Memahami Apa Itu Petting?

Petting sebenarnya berasal dari Amerika yang berarti “menyentuh” atau “mencumbu”. Terkiat dengan hubungan intim, petting berarti memberikan rangsangan pada organ seksual atau payudara pasangan yang biasanya dilakukan dengan tangan atau mulut untuk memberikan kesenangan seksual.

Petting sering disebuat bagian dari foreplay yang berarti sesuatu yang dilakukan sebelum hubungan intim dimulai dan ha ini baik dilakukan bagi kedua pasangan agar tubuh siap untuk penetrasi yang sesungguhnya.

Hampir seluruh wanita membutuhkan petting sebelum hubungan intim untuk mempersiapkan organ genital. Lebih khusus petting akan membuat vagina terbuka, mengeluarkan cairan vagina dan membuat wanita senang sehingga ia benar-benar menikmati hubungan intim.

Kegagalan memberikan petting pada pasangan merupakan salah satu kesalahan paling umum dilakukan pria sehingga berujung ketidakpuasan hubungan intim bagi wanita.

Petting bukan hanya dapat dilakukan pria terhadap wanita dengan mencumbu, mencium, menjilat, menghisap payudara dan puting, menstimulus clitoris, vulva dan vagina dengan tangan, bibir atau lidah sementara wanita dapat melakukan hal yang sama pada pria dengan menyentuh, meraba, mencium dan menjilat dan menghisap penis pasangan.

Petting akan sangat mengasyikan bagi pasangan dan sangat membantu pasangan wanita mencapai klimaks.
Sumber:vision.net.id

6 Mitos Seks

Ada banyak mitos tentang seks yang sering kita dengar. Sebagian benar, tapi sebagian lainnya tak tepat.

Berikut beberapa mitos yang kerap muncul:

Mitos 1:

Masturbasi tidak berdampak pada hubungan seks.

Kenyataannya:

Walaupun masturbasi tidak menimbulkan masalah yang serius dan tidak merusak tubuh, tetapi bila Anda melakukannya secara konstan, kemungkinan Anda tidak dapat mencapai orgasme melalui hubungan seks vaginal ataupun oral. Bila Anda biasa menggunakan tangan untuk melakukan masturbasi, kecil kemungkinan vagina yang basah dan lembut dapat menimbulkan sensasi yang Anda inginkan. Sebaiknya, hentikan masturbasi atau kurangi frekuensinya agar Anda dapat menikmati dan kembali peka dalam melakukan hubungan seks vaginal ataupun oral.

Mitos 2:

Kondom 100% aman.

Kenyataannya:

Kondom tidak 100% efektif, ditambah lagi pemakaian yang tidak tepat dapat menyebabkan kehamilan dan tertularnya penyakit kelamin. Pria sering menyimpan kondom di dalam dompet (sehingga kondom tertekan) dan atau di laci mobil (terkena panas) dan menyimpan kondom di tempat yang tidak memenuhi syarat yang bisa merusak efektivitasnya. Bila Anda ingin penggunaan kondom bermanfaat, pastikan Anda tahu persis masa berlakunya, ikuti instrukti yang tertulis dan pakailah sebelum penetrasi.

Mitos 3:

Anda tidak akan tertular penyakit melalui oral seks.

Kenyataannya:

Oral seks tidak berbeda dengan jenis-jenis hubungan seks lain, yaitu sama-sama dapat menularkan penyakit kelamin atau penyakit lain. Penyakit yang paling umum ditularkan melalui seks oral adalah virus, herpes, dan kutil pada genital. Selain itu juga penyakit-penyakit seperti HIV, gonorrhea, hepatitis, sipilis dan penyakit-penyakit lainnya.

Intinya, sebaiknya tidak melakukan hubungan seks dengan orang yang tidak Anda ketahui latar belakang kehidupannya dan dengan orang yang belum pernah melakukan tes penyakit STD.

Mitos 4:

Semua wanita perdarahan pada saat pertama kali berhubungan intim.

Kenyataannya:

Yang menyebabkan wanita mengalami perdarahan pada saat pertama kali berhubungan seks adalah karena robeknya selaput dara. Selaput dara merupakan lapisan kulit yang sangat halus yang dapat dijumpai pada saat pembukaan vagina. Namun, selaput dara seorang wanita juga dapat robek bila yang bersangkutan melakukan olah raga sepeda, naik kuda atau bahkan karena masturbasi atau penggunaan tampon.

Intinya, bila wanita tidak mengalami perdarahan sesudah melakukan hubungan seks yang pertama kali tidak berarti bahwa dia tidak perawan.

Mitos 5:

Pria selalu memiliki rangsangan seks yang lebih tinggi daripada wanita.

Kenyataannya:

Rangsangan seks pada pria dan wanita beragam. Walaupun pria cenderung memiliki rangsangan seks yang lebih tinggi yang disebabkan oleh hormon testosteron yang mereka miliki, tidak sedikit wanita yang memiliki rangsangan seks yang tinggi yang juga disebabkan karena tingkatan testosteronnya. Selain itu, tidak sedikit pria yang biasa-biasa saja terhadap hubungan seks. Tingkatan hormon setiap orang berbeda-beda, dan ini bukan hanya karena masalah testosteron, tetapi juga karena faktor-faktor lain seperti stres ataupun rasa lelah yang dapat menghambat keinginan pria dalam berhubungan seks.

Intinya, cari pasangan yang dapat berbagi minat seksual yang sama.

Mitos 6:

Bila wanita tidak mengalami orgasme pada saat berhubungan seks artinya dia tidak menikmati hubungan seks tersebut.

Kenyataannya:

Sebagian besar wanita mengalami kesulitan dalam mencapai orgasme selama berhubungan seks. Orgasme pada wanita biasanya dapat terjadi melalui rangsangan pada klitoris dengan memakai jari. Berbeda dengan pria, wanita membutuhkan waktu lebih lama untuk dapat menikmati sensasi hubungan seks. Sering terjadi, pria mengalami orgasme lebih dahulu dari wanita, tetapi ini tidak berarti mereka tidak menikmati hubungan seks yang terjadi. Tentu saja mereka sangat ingin mencapai orgasme, tetapi bagi wanita, orgasme bukanlah segalanya. Yang penting, Anda dapat membuat hubungan seks tersebut menjadi hubungan istimewa yang tidak dapat mereka lupakan. Jangan perlihatkan kekecewaan Anda karena mereka tidak mengalami orgasme. Ini hanya akan membuat mereka berpura-pura mengalami orgasme.

Sumber: Senior

Posisi Bercinta Aman untuk Penderita Jantung

324Hubungan seksual antara suami-istri memberikan banyak manfaat, secara psikologis maupun kesehatan fisik. Namun bagaimana bila kondisi kesehatan sedang drop, setelah terkena serangan jantung misalnya? Jawabannya, jangan pernah meninggalkan kegiatan ini. Tapi tentu saja, ada trik-trik khususnya.

Bagi mereka yang baru saja mengalami serangan jantung, sebaiknya saat melakukan hubungan seks berada pada posisi pasif dan tidak mengeluarkan banyak tenaga.

Posisi hubungan intim yang disebut aman adalah posisi yang biasa dilakukan. Posisi tidur, di mana pasien berada di bawah, menyamping berhadapan muka atau dari belakang, atau juga posisi duduk di mana pasangan berada di atas pasien adalah beberapa posisi yang dianjurkan.

Kalau saat sedang berhubungan terjadi jantung berdebar-debar dan pernapasan cepat dalam 10-15 menit pasca hubungan intim, kemudian terdapat rasa lelah yang sangat, denyut jantung tak teratur, perasaan pusing, pening, atau pandangan gelap (black-out), nyeri dada serta gejala-gejala disfungsi seksual, segeralah laporkan pada dokter.

Segera konsultasikan dengan dokter serta konseling bersama pasangan juga akan sangat membantu proses pemulihan sekaligus mengembalikan fungsi seksual yang optimal. Jelaslah sudah, penderita penyakit jantung pun masih mampu mendapatkan pengalaman seks yang maksimal.

Sumber: SuaraMerdeka

Gairah Seks Dengan Suara Desahan

42-19197406Suara desahan andapun juga bisa menjadi alternatif lain dalam meningkatkan gairah pada saat anda berhubungan

1. Konsentrasi Pada Apa Yang Anda Sentuh
Tutup semua indera dan pusatkan sentuhan. Rasakan kulit pasangan anda saaat meraba tubuhnya.

Perhatikan bagaimana perubahan tekstur kulit dari satu tempat ke tempat lain, bagaimana memvariasikan tekanan untuk membuat sentuhan menjadi pengalaman yang berbeda

2. Beri Kejutan Sensoris

Ambil giliran untuk merencanakan sesi bercinta dengan menekannkan pada kesenangan sensoris. Jika pasangan anda menyukai bunga.

Anda dapat menyemmprotkan ruangan dengan air bunga dan meletakkan setangkai bunga mawar di tempat tidur. Tambahkan beberapa hal yang akan membangkitkan kelima indera-nya.

3. Ciptakan Sensasi Yang Baru

Gunakan bahan-bahan yang tidak lazim ke dalam percintaan anda seperti sutra, beludru, air hangat dan es.

4. Permainan Suara

Hidupkan musik di kamar tidur… misalnya alunan – alunan musik slow yang iramanya sesuai dengan irama ketika anda sedang bercinta dengan pasangan anda.

Sumber: Berita8 dotcom

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.