Istrimu, dia adalah hijab antara dirimu dan neraka !

Nasihat untuk Suksesnya Sebuah Perkawinan
Maulana Syaikh Nazhim Adil al Haqqani
Mercy Oceans Towards the Divine Presence (Book One)

Pernikahan adalah salah satu perintah Tuhan, dan ini merupakan jalan para Anbiya, termasuk manusia pertama, Adam as dan wanita pertama, Hawa. Mereka melangsungkan pernikahannya di Surga, oleh sebab itu Allah memberikan suatu Wewangian Surgawi kepada pasangan yang melangsungkan pernikahannya agar mereka bahagia. Tetapi mereka harus menjaga sendiri wewangian itu sepanjang hidupnya,ini sangat penting

Dan sekarang kita memohon kepada Allah untuk melestarikan wangi tadi di antara mereka berdua sepanjang jalan mereka, sepanjang hidup mereka di dunia, dan kita berharap agar mereka akan bersatu di Akhirat kelak, di kehidupan yang kekal. Itulah makna dari pelaksanaan upacara pernikahan bagi satu pasangan baru.

Kita bersyukur kepada Tuhan kita, yang menciptakan pria dan wanita, dan mengaruniai mereka dari Cinta Ilahi-Nya. Jika Dia tidak menganugerahkan Cinta Ilahi-Nya, tak seorang pun yang akan menemukan jodohnya. Dan Dia memerintahkan hamba-hamba- Nya untuk menjalani kehidupan yang mulia, dengan menjadi kan orang saling berpasangan, bukannya satu wanita untuk semua pria atau seorang pria bagi seluruh wanita.

Merupakan suatu kehormatan bagi wanita, bahwa seorang wanita hanya diperuntukkan bagi seorang pria dan sebaliknya seorang pria hanya untuk seorang wanita. Itu merupakan suatu kemuliaan bagi mereka di kehidupan ini. Siapa pun yang melanggar aturan tersebut, Allah tidak akan menyebut mereka sebagai orang yang terhormat. Oleh sebab itu kita memegang teguh upacara yang mulia ini, dan kita memohon kepada Allah agar mereka berhasil dalam menjalani kehidupan mereka bersama.

Kamu hanya boleh memandang suamimu. Siapakah orang yang paling tampan di dunia? Jika kamu ditanya, kamu harus menjawab bahwa suami saya adalah orang yang paling tampan. Begitu pula dengan kamu (pria), siapakah orang tercantik di London? Istrimu. Jika masing-masing melihat pada pasangannya, takkan ada lagi masalah, baik di London, di Inggris, di Turki, di Siprus, di Timur dan di Barat.

Ini adalah nasihat yang paling penting bagi pasangan yang baru menikah. Saya mendengar tentang banyak pasangan yang mendaftarkan diri melalui petugas pendaftaran (KUA-red). Setelah tiga hari, setelah tiga minggu, setelah tiga bulan, setelah tiga tahun, keduanya menjalani jalan yang berbeda, karena mereka melihat (pada orang lain), yang wanita melihat pria lain; yang pria melihat wanita lain. Kalau demikian, pernikahan mereka tidak akan berusia panjang..

Sekarang kalian tengah membangun suatu ‘gedung’ baru, melangsungkan sebuah pernikahan, dan kita memohon kepada Allah untuk membuat kalian saling mencintai satu sama lain. Bawakan dia beberapa perhiasan (emas), seperti ini, seperti itu, sehingga dia akan senang denganmu. Lakukanlah selalu; ketika istrimu marah kepadamu, bawakanlah sesuatu yang disukainya.

Kalian harus tahu, kalian semua: Jangan menyakiti hati istri kalian, jangan menyakiti hati istri kalian! Buatlah (suasana) agar mereka senantiasa bahagia dengan kalian; kalau tidak demikian, ketika kalian datang, mereka akan pergi. Kalian mengerti? Jagalah agar mereka tetap bahagia. Dengan demikan mereka pun akan berusaha membuat kalian bahagia.

Wanita sangat beruntung, di sini dan di Akhirat nanti. Apa alasannya? Karena takkan ada pertanyaan bagi mereka. Pada Hari Kebangkitan, setiap wanita akan datang bersama suaminya dan ketika si suami masuk Surga, istrinya pun akan masuk bersamanya. Tak ada pertanyaan bagi mereka. Tetapi kalian—para pria—kalian akan mendapat begitu banyak pertanyaan.

Kalian mengerti? Tunjukkan passpor kalian di depan pintu Surga, masuklah, dan istri kalian akan masuk bersama kalian. “Ini istrimu?” Allah ‘Azza wa Jalla akan bertanya pada kalian. Kalian akan menjawab, “Ya.” “Kamu bahagia bersamanya?” Jika kalian menjawab, “Ya”; Allah akan berkata, “Bawa dia masuk ke dalam Surga.”

Tetapi jika kalian berkata, “Ya Tuhanku, Aku tidak pernah puas dengannya. Dia terlalu banyak bicara!” Lalu Allah akan berkata, “Berhentilah! Berdiri! Mengapa kamu tidak bahagia dengannya? Dia adalah hijab antara dirimu dengan Neraka. Jika dia tidak bersamamu, kamu pasti sudah tergelincir ke jurang Neraka. Oleh sebab itu mereka semua lebih berharga dari pada kalian.”

Ya, karena jika istri kalian tidak melayanimu sebagai hijab, kita semua akan terjerumus ke dalam Neraka, tak seorang pun yang akan mengeluarkan kita, kecuali isteri kita, tempat berlindung kita. Jadi di siang hari, ketika kalian hendak berangkat kerja, raihlah tangan istrimu (Syaikh Nazhim menunjukkan gerakan mencium tangan), begitu pula di malam hari. Kalian harus memperlakukan istri kalian dengan lembut. Ya, hal ini adalah benar, mutlak, yakin dan bahkan sangat benar.

Oleh sebab itu kalian harus menjaga hak-hak mereka. Kalian, para pria suka melakukan kekejaman terhadap wanita dan tidak mempedulikan hak-hak mereka. Setiap orang harus menjaga hak-hak mereka (wanita). Allah akan bertanya, “Mengapa kalian tidak merasa puas terhadap istri kalian? Apa masalahnya, karena dia adalah yang menjadi hijab antara kalian dengan Neraka, apakah dia tidak menjaga rumahmu? Apakah dia tidak memasak? Tidak mencuci? Tidak merawat anak-anak? Tidak bersih-bersih?” Allah akan bertanya.

Tidak ada kewajiban bagi wanita untuk melakukan suatu pekerjaan. (Menurut syari’ah Islam, sebenarnya pekerjaan rumah tangga dan mengurus anak merupakan tugas pria atau suami. Jika istri tidak sanggup atau tidak ingin merawat anaknya, maka si suami bertanggung jawab untuk menyediakan makanan bagi anaknya. Namun karena sudah menjadi kebiasaan, maka istrilah yang mengerjakan hal-hal tersebut.

Syaikh Nazhim mengatakan bahwa pria harus bersikap lebih apresiatif, arif dan menolong bukannya memanfaatkan istrinya untuk mengurus rumah dan merawat anaknya.) Kalian (pria) harus melakukannya: mencuci, bersih-bersih, dan merawat anak-anak. Dalam syari’ah, Allah swt bahkan tidak memerintahkan wanita untuk memberikan susu kepada anak-anak kalian. Itu termasuk tanggung jawab kalian, wahai pria. Kalian harus menyediakannya (susu), kalian harus membayarnya.

Kalian memberi bayaran pada wanita? Untuk setiap bayi yang dia lahirkan, kalian harus membawakan rantai emas (perhiasan) untuk istrimu. Ya, ketika dia memberikan susunya kepada si bayi, kalian harus membayarnya, bukannya mengatakan, “Kamu dapat melakukannya, kamu bisa menemukan seseorang untuk memberi susu kepada bayimu.”

Jangan menyuruhnya untuk bekerja! Dia hanyalah sebagai hijab antara kamu dengan hal-hal yang haram, itulah tugasnya. Segalanya berada di pundak pria, tetapi mereka (wanita) mau melakukannya… karena mereka bersyukur kepada kita, mereka melakukannya dengan sukarela. Apakah kamu sekali-sekali pernah mencuci?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: