Vaksin Thimerosal

Apakah yang dimaksud dengan Thimerosal atau Merkuri?

Thimerosal adalah suatu bahan merkuri yang digunakan sebagai pengawet dalam berbagai macam vaksin seperti diphteri, tetanus, dan hepatitis untuk mencegah kontaminasi dari bakteri ataupun organisme lainnya, terutama untuk vaksin yang digunakan secara berulang atau split dose/multidose.

Merkuri yang terdapat dalam Thimerosal (ethyl merkuri) berbeda dengan metil merkuri yang diasosiasikan sebagai material yang bereaksi toxic pada manusia. Dikarenakan sangat terbatasnya informasi mengenai toksisitas dari ethyl merkuri ini tidak berbeda dengan metil merkuri.

Yang menjadi latar belakang kekhawatiran dari penggunaan thimerosal ini sebenarnya adalah kemungkinan terjadinya akumulasi pengguna merkuri dari jenis vaksin yang berbeda.

Sebagai pengawet batas ambang penggunaan thimerosal yang diperbolehkan adalah 0.003%-0.01% dan dalam HB VAX hanya mengandung 0.005%, jumlah yang sangat kecil sekalidan sangat aman.

Sebagai informasi tambahan perlu diingat bahwa vaksin yang mengandung thimerosal sudah digunakan lebih dari 60 tahun diseluruh dunia, membantu menyelamatkan berjuta-juta anak dari ancaman penyakit yang berbahaya tanpa adanya laporan efek samping yang serius dari thimerosal tersebut.

AAP (American Academy Pediatrics) dan WHO (World Health Organization) tetap merekomendasikan pengguanaan vaksin yang mengandung thimerosal sebagai benefit untuk pencegahan penyakit yang berbahaya dibandingkan kekhawatiran yang hanya bersifat teoritis semata terhadap thimerosal.

Ini sumary, handling objection terhadap thimerosal adalah sebagai berikut :

  • Vaksin yang mengandung thimerosal sudah digunakan lebih dari 60 tahun di seluruh dunia.
  • Tidak ada bukti yang scientific tentang bahaya atau resiko dari thimerosal yang terdapat dalam vaksin, hanya kekhawatiran teoritis semaja.
  • Resiko atau bahaya dari infeksi penyakit hepatitis lebih nyata dan jauh lebih berbahaya dibandingkan issue tentang thimerosal.
  • WHO dan AAP tetap merekomendasikan penggunaan vaksin yang mengandung thimerosal ini.

Apakah merkuri dan berapa batasan amannya

Mercuri In Vaccines (Medical Progress-March 2003)

Thimerosal digunakan sebagai pengawet dalam beberapa vaksin, sifat antimikrobanya tergantung dari kandungan kecil ethyl merkurinya sekitar (sekitar 12,5 sampai 25 g untuk dosis standar vaksin pada anak-anak). Para petugas di Amerika sudah membuktikan bahwa level merkuri pada bayi yang diberikan vaksinasi masih berada pada bayi yang diberikan vaksinasi masih berada pada batasan yang aman.

Mereka melakukan study pada 31 bayi berusia 2 bulan, dan 30 bayi usia 6 bulan yang menerima vaksin dengan kandungan merkuri (40) atau vaksin yang bebas merkuri (21)-(hepatitis B dan DpaT, dan untuk beberapa anak termasuk juga Hib). Pemeriksaan dilakukan terhadap terhadap preparat darah, urine maupun kotoran 3-28 hari setelah vaksinasi.

Diantara bayi usia 2 bulan yang diberikan vaksin yang mengandung merkuri, konsentrasi darah yang mengandung merkuri berkisar antara kurang dari 3.75-20.55 nmol/l. Sedangakan pada grup usia 6 bulan adalah kurang dari 7.5 nmol/l.

Grup thimerosal mempunyai tingkat mercury yang lebih tinggi ditemukan pada kotoran, bukan pada urine. Adapun waktu paruh merkuri dalam darah adalah 7 hari.

Merkuri dalam thimerosal diekskresikan atau dikeluarkan secara cepat melalui kotoran bayi. Konsentrasi pada darah setelah vaksinasi sangatlah rendah. Adapun konsentrasi yang aman pada darah adalah 29 nmol.l.

Kesimpulan :

Pemberiaan vaksin yang mengandung merkuri tidak menyebabkan konsentrasi merkuri pada darah yang melewati batas aman pada bayi. Etilmerluri kelihatannya diekskresikan dari darah secara cepat melalui kotoran setelah pemberian vaksinyang mengandung merkuri secara parerenta.

2 Tanggapan

  1. Be careful for parents and parents-to-be :

    Subject: Vaksin penyebab Autis

    Vaksin penyebab Autis

    Buat para Pasangan MUDA, oom dan tante yg punya keponakan atau bahkan calon ibu, perlu nih dibaca ttg autisme.
    Bisa di share kepada yang masih punya anak kecil supaya ber-hati2.
    Setelah kesibukan yg menyita waktu, baru sekarang saya bisa dapat waktu luang membaca buku “Children with Starving Brains” karangan Jaquelyn McCandless,MD yang diterjemahkan dan diterbitkan oleh Grasindo.

    Ternyata buku yang saya beli di toko buku Gramedia seharga Rp. 50,000, itu benar2 membuka mata saya, dan sayang sekali baru terbit setelah anak saya Joey (27 bln) didiagnosa mengidap Autisme Spectrum Disorder.
    Bagian satu, bab 3, dari buku itu benar-benar membuat saya menangis.
    Selama 6 bulan pertama hidupnya (Agustus 2001 – Februari 2002), Joey memperoleh 3 kali suntikan vaksin Hepatitis B, dan 3 kali suntikan vaksin HiB. Menurut buku tersebut (halaman 54 – 55) ternyata 2 macam vaksin yang diterima anak saya dalam
    6 bulan pertama hidupnya itu positif mengandung zat pengawet Thimerosal , yang terdiri dari Etilmerkuri yang menjadi penyebab utama sindrom Autisme Spectrum Disorder yang meledak pada sejak awal tahun 1990 an.
    Vaksin yang mengandung Thimerosal itu sendiri sudah dilarang di Amerika sejak akhir tahun 2001. Alangkah sedihnya saya, anak yang saya tunggu kehadirannya selama 6 tahun, dilahirkan dan divaksinasi di sebuah rumahsakit besar yang bagus, terkenal, dan mahal di Karawaci Tangerang, dengan harapan memperoleh treatment yang terbaik, ternyata malah “diracuni” oleh Mercuri dengan selubung vaksinasi.
    Beruntung saya masih bisa memberi ASI sampai sekarang, sehingga Joey tidak menderita Autisme yang parah.
    Tetapi tetap saja, sampai sekarang dia belum bicara , harus diet pantang gluten dan casein, harus terapi ABA, Okupasi, dan nampaknya harus dibarengi dengan diet supplemen yang keseluruhannya sangat besar biayanya .

    Melalui e-mail ini saya hanya ingin menghimbau para dokter anak di Indonesia, para pejabat di Departemen Kesehatan, tolonglah baca buku tersebut diatas itu, dan tolong musnahkan semua vaksin yang masih mengandung Thimerosal .
    Jangan sampai (dan bukan tidak mungkin sudah terjadi) sisa stok yang tidak habis di Amerika Serikat tersebut diekspor
    dengan harga murah ke Indonesia dan dikampanyekan sampai ke puskesmas-puskesmas seperti contohnya vaksin Hepatitis B, yang sekarang sedang giat-giatnya dikampanyekan sampai ke pedesaan.
    Kepada para orang tua dan calon orang tua, marilah kita bersikap proaktif, dan assertif dengan menolak vaksin yang mengandung Thimerosal tersebut, cobalah bernegosiasi dengan dokter anak kita, minta vaksin Hepatitis B dan HiB yang tidak mengandung Thimerosal.

    Juga tolong e- mail ini diteruskan kepada mereka yang akan menjadi orang tua, agar tidak mengalami nasib yang sama seperti saya.
    Sekali lagi, jangan sampai kita kehilangan satu generasi anak-anak penerus bangsa, apalagi jika mereka datang dari keluarga yang berpenghasilan rendah yang untuk makan saja sulit apalagi untuk membiayai biaya terapi supplemen, terapi ABA, Okupasi, dokter ahliAutisme (yang daftar tunggunya sampai berbulan-bulan) , yang besarnya sampai jutaan Rupiah per bulannya.

    Terakhir, mohon doanya untuk Joey dan ratusan, bahkan ribuan teman-teman senasibnya di Indonesia yang sekarang sedang berjuang membebaskan diri dari belenggu Autisme.

    “Let’s share with others… Show them that WE care

    Best Regards,
    Yenny L. Kurniawan
    Program Development Dept.
    HUC Country Management – Indonesia
    Jl.Prof. Dr. Satrio 296, Jakarta 12940
    Tel : +62-21-526-0388
    Fax : +62-21-5296- 2830
    Cell : +62-818-411- 335
    Email : yenny.lestari@ multimaticsgroup .com
    Email : yennylkurniawan@ gmail.co

  2. Thanks for you share.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: